Pelatihan Asesmen Nasional, Video Pembelajaran dan Google Suite for Education bagi Guru SMA Negeri 1 Sapuran

Dengan dimulainya Kegiatan Belajar Mengajar Semester Genap tahun Pelajaran 2020/2021 di SMA Negeri 1 Sapuran, meskipun di tengah kondisi pandemi Covid-19 yang masih terus meningkat khususnya di Jawa Tengah, menuntut semua pihak berpikir untuk menyikapi dengan bijak terhadap segala dampak yang dimunculkannya termasuk ditundanya Pembelajaran Tatap Muka dan masih harus menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh. Namun bagi guru-guru SMA Negeri 1 Sapuran tidak menjadi alasan waktu untuk tidak beraktivitas disekolah. Seperti dilaksanakan oleh semua guru yang wajib mengikuti mengikuti In House Training (IHT) dengan agenda Pelatihan Asesmen Nasional, Video Pembelajaran dan Google Suite for Education, dan alhamdulillah telah terlaksana sesuai jadwal yaitu mulai tanggal 7 – 11 Januari 2021.

Kegiatan dilaksanakan untuk memotivasi guru SMA Negeri 1 Sapuran agar lebih meningkatkan kinerja sebagai pengajar yang profesional. Kegiatan IHT yang diikuti oleh seluruh guru bertempat di ruang multimedia yang dimiliki sekolah. Dengan demikian perlunya kesadaran guru untuk senantiasa memberikan contoh yang baik dengan tujuan siswa nantinya meniru karakter yang dimiliki oleh guru. Dengan hal tersebut harapannya SMA Negeri 1 Sapuran akan menciptakan siswa-siswi yang memiliki prestasi yang baik serta mampu mengikuti pembelajaran berbasis digital.

SMA Negeri 1 Sapuran dalam pembelajaran daring sejak semester gasal 2020/2021 akan menggunakan beberapa aplikasi diantaranya Google Suite for Education, yang memaksimalkan fitur yang ada di dalamnya seperti Google Meet, Google Classroom dan Google Form sesuai materi yang telah dimiliki oleh beberapa guru. Namun pada IHT kali ini seluruh guru tidak hanya dituntut untuk penggunaan Google Apps saja akan tetapi semua harus menguasai dalam penyusunan soal online khususnya Asesmen Nasional.

Pelatihan Asesmen Nasional kali ini disampaikan secara langsung oleh narasumber Bp. Truko Triyanto, S.Pd, M.Pd. dari Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Wonosobo dimana beliau sebagai salah satu instruktur nasional penyusunan soal Asesmen. Bapak ibu guru juga tidak hanya mengikuti materi tetapi dituntut untuk bisa menyusun dan membuat contoh soal asesmen sesuai dengan mata pelajaran yang diampu.

Dalam kegiatan ini, bapak ibu guru juga dilatih untuk membuat karya inovatif berupa Video Pembelajaran guru menarik perhatian peserta didik supaya menyenangkan, sehingga meskipun pembelajaran jarak jauh anak tidak merasa jenuh dan bosan. Susilo Ibnu Santoso, S.Pd. selaku nara sumber juga menyatakan bahwa video pembelajaran sebagai salah satu strategi media paling ampuh untuk menyampaikan materi ke peserta didik. Guru juga ditantang untuk berkreasi sehingga menghasilkan sebuah produk pembelajaran tidak hanya mengandalkan pada buku yang harus dibeli oleh siswa. Literasi bisa diwujudkan dengan berbagai cara termasuk materi yang disajikan dalam bentuk video.

Pada semester genap tahun ini, pemerintah secara resmi juga meluncurkan Akun Pembelajaran dimana seluruh warga sekolah wajib menguasai menguasai penggunaan aplikasi pembelajaran Google Suite for Education. dalam hal ini dinyatakan bahwa Google merupakan sebuah aplikasi yang memiliki banyak produk di dalamnya yang dapat digunakan dalam manajemen pembelajaran daring di sekolah. Guru dalam hal ini dituntut untuk membuat manajemen data kelas yang diajar dengan menyiapkan kelas virtual melalui aplikasi Google Classroom . Melalui kelas tersebut guru pengajar dapat berinteraksi secara langsung dengan peserta didik melalui kelas virtual tersebut dengan akun yang sudah dibuatkan oleh Kemdikbud. Selain itu juga, untuk melengkapi kelas virtual tersebut ditambahkan dengan penggunaan Google Form  yang bisa digunakan untuk ulangan melalui kuis soal maupun penugasan lainnya. Di dalam aplikasi Google Apps sebenarnya sudah disediakan aplikasi meeting yang dapat dimaksimalkan untuk pembelajaran tatap muka melalui video conference antara guru dan peserta didik. Akan tetapi untuk aplikasi ini masih terkendala kuota internet dan lokasi tempat tinggal tertentu peserta didik yang sinyal internetnya tidak stabil bahkan tidak ada.

Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Sapuran, Drs. Khusnan, M.Pd.I, menjelaskan bahwa pada dasarnya pembelajaran yang disepakati menggunakan aplikasi seperti Google Classroom bersifat tidak mutlak dan menyadari bahwa sebuah aplikasi memiliki plus dan minusnya. Oleh karena itu pembelajaran daring bersifat fleksibel, boleh menggunakan aplikasi pendukung lainya yang dapat berjalan sesuai kondisi yang ada dengan capaian pembelajaran yang sudah ditetapkan. Untuk capaian tersebut, kepala sekolah dan wakil kepala sekolah bidang kurikulum tentunya akan terus melakukan monitoring dan supervisi terhadap pembelajaran daring yang dilakukan oleh guru pengajar.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *